yang baca post ini terindikasi secara jelas kalau males banget saat belajar. di post yang satu ini, saya kan memberikan cara untuk kita bisa enak, mau, dan rajin belajar. dari yang dulu fobia belajar, akan menjadi hobi belajar..
ini cara-caranya. sedikit tapi langsung kena:
1. sadarlah kalau belajar itu bikin kita tambah "WOW"
jelas dong, bikin kita wow. dengan membaca pengetahuan yang lebih luas dari teman-teman di kelas kita, kita jadi paling "dewa" di kelas. setuju??!! misalnya bidang yang kamu suka adalah bidang fisika. teman-teman sekelas baru sampai F=m.a, kamu udah belajar sampai mekanika kuantum. dan kamu akan mengetahui asal mula rumus yang teman-teman kamu cuma bisa menghafal rumus itu.
2. ketahui gaya belajar
yak, gaya belajar itu ada 3: kinestetik, audio, visual. tntang tipe-tipenya, cari sendiri di blog lain. ada banyak kok. dengan mengaplikasikan gaya belajar semacam ini, kamu akan lebih mengerti dan cepat untuk mendapat ilmu yang sulit untuk dulipakan
3. ingatlah masa depan dan cita-citamu
mau jadi presiden direktur! mau jadi Presiden. semuanya berawal dari ilmu. ilmu dari mana? belajar. ya cuma itu. kalo ga mau belajar terbang aja sono ke negri impian. kalau presiden bego, ga ada ilmu. udah di bakar sama rakyatnya!
4. ganti nama belajar
itu merupakan salah satu cara pribadiku. ubah nama belajar. karena sekarang aku menganggap belajar itu seperti baca novel yang keren. bidang kesukaanku biologi. sewaktu aku membaca buku biologi, tentang syaraf sampai ke otak katakanlah. maka itu sudah seperti mambaca novel percintaan dengan cerita cinta mereka yang cepat tanpa basa-basi.
5. ingat hukum alam, hukum kekekalan energi, dan teori ketuhanan!
hukum alam: siapa yang kuat. dia yang menang. barang siapa banyak ilmu dan dia cerdas, dialah penakhluk dunia.
hukum kekekalan energi: energi itu tidak dapat dibuat, tidak dapat dimusnahkan, namun haya bisa berubah bentuk. ilmu itu asalnya dari tuhan, ilmu itu sangat luas dan apapun itu membutuhkan ilmu, namun seiring berjaannya waktu, ilmu itu selalu berkembang dan terus berkembang
teori ketuhanan: Tuhan akan memberikan sesuatu yang lebih ketika kita memberikan sesuatu dengan ikhlas. kita memberikan/ merelakan waktu kita untuk belajar, membaca buku yang keren (buku ilmiah), maka InsyaAllah, Allah akan memnerikan kita tidak hanya pengetahuan yang ada dalam buku itu.
Jumat, 31 Januari 2014
Rabu, 29 Januari 2014
Sekolah Mau Ngapain Sih??!
Saya pikir, hampir semua siswa di Indonesia khususnya jarang memperhatikan hal ini. Sekolah itu buat apa sih?? sebuah pertanyaan basic yang selalu terngiang dalam fikiranku
Mau Pinter!!
Mau CARI IJAZAH!!
Mau Dapet Ilmu!!
Mau Punya banyak temen!!
Disuruh aja~
Keyword: ilmu, konsep, nilai
Tujuan utama kita menuntut ilmu dari bersekolah pada dasarnya dan seharusnya adalah mendapatkan ILMU yang bermanfaat. Dengan jutaan ilmu dengan konsep-konsep yang matang, kita dapat membuat atau mengembangkan sesuatu. sehingga pada akhirnya kita akan menjadi orang yang bermanfaat. setuju??
Namun, apa kita sadari di sekitar kita? sekolah hanya untuk ajang gengsi-gengsian, hanya untuk ajang yang sepele, banyak yang mencela sekolah. jujur saja, dulu saya juga pernah berlaku seperti itu. namun setelah saya sadar mengenai hal ini, saya tidak melakukannya lagi.
problem utama pendidikan di INDONESIA ini adalah mengenai pendidikan vs nilai tinggi.
ingat tujuan utama sekolah?? Supaya dapat ilmu (pribadiku)
namun, setelah terjun langsung ke kenyataan, kebanyakan tenaga pengajar hanya menekankan pada NILAI.
"Nilaimu kurang, REMIDI!!!"
"Kalian itu harus belajar sungguh-sungguh supaya BISA RANGKING 1 dan NILAINYA TINGGI!"
Please deh, sekolah mau cari ilmu atau nyari NILAI??
memang, tingkat kepahaman seorang itu diukur dari nilai yang dia raih. namun, jika berkali-kali dia mencoba namun ia gagal dan pengajar hanya memberikan remidi tanpa tambahan pemahaman, dan ia gagal lagi namun dipaksa naik kelas??!! oh, god
sesuatu yang tambah saya sadari lagi dan membuat saya sera siswa-siswa lain tertekan
"WAKTU KALIAN ITU SEMPIT! BESOK UDAH TPM, MINGGU DEPAN UJIAN SEKOLAH, MINGGU DEPANNYA LAGI UN!"
"CARI SEKOLAH YANG STANDARNYA BAGUS HARUS PAKE NILAI YANG TINGGI"
nilai, nilai, dan nilai yang selalu diungkit-ungkit. jika saja kebetulan seorang anak itu mendapatkan NEM yang tinggi dan dengan PDnya ia masuk ke sekolah favorit. dengan cerita seperti ini:
menjelang ujian nasional dia menghafal seluruh "rumus" tanpa memahami asal muasal ataupun bagaimana rumus itu berasal. alhasil nilainya tinggi untuk UN.
Apa di sekolahnya yang baru dia akan maju?? NO. bahkan dia akan mundur.
itu kesalahan lain. kebanyakan pengajar pula hanya mengajarkan "hafalan rumus" begitu pula siswa-siswa secara luas yang mereka hanya belajar "oh, rumusnya ini" problem diubah dikit wis bubar kabeh.
dengan mengubah konsep belajar dan mengajar serta tujuan sekolah atau belajar. kita dapat menjadi seorang yang lebih bermanfaat diluar.
seorang yang berhasil akan belajar dengan hati yang bahagia
kemampuan soft skill lah yang lebih dibutuhkan dalam pekerjaan yang berbobot daripada nilai ijazah.
jika nilai ijazahnya tinggi, namun ternyata fikiran dan inovasinya sempit, siapa yang mau menerima??
JADI, HASIL BELAJAR ITU BISA DIAPLIKASIKAN DIMANAPUN DAN DENGAN CARA APAPUN. BUKAN HANYA DIAPLIKASIKAN DI DALAM KELAS.
Mau Pinter!!
Mau CARI IJAZAH!!
Mau Dapet Ilmu!!
Mau Punya banyak temen!!
Disuruh aja~
Keyword: ilmu, konsep, nilai
Tujuan utama kita menuntut ilmu dari bersekolah pada dasarnya dan seharusnya adalah mendapatkan ILMU yang bermanfaat. Dengan jutaan ilmu dengan konsep-konsep yang matang, kita dapat membuat atau mengembangkan sesuatu. sehingga pada akhirnya kita akan menjadi orang yang bermanfaat. setuju??
Namun, apa kita sadari di sekitar kita? sekolah hanya untuk ajang gengsi-gengsian, hanya untuk ajang yang sepele, banyak yang mencela sekolah. jujur saja, dulu saya juga pernah berlaku seperti itu. namun setelah saya sadar mengenai hal ini, saya tidak melakukannya lagi.
problem utama pendidikan di INDONESIA ini adalah mengenai pendidikan vs nilai tinggi.
ingat tujuan utama sekolah?? Supaya dapat ilmu (pribadiku)
namun, setelah terjun langsung ke kenyataan, kebanyakan tenaga pengajar hanya menekankan pada NILAI.
"Nilaimu kurang, REMIDI!!!"
"Kalian itu harus belajar sungguh-sungguh supaya BISA RANGKING 1 dan NILAINYA TINGGI!"
Please deh, sekolah mau cari ilmu atau nyari NILAI??
memang, tingkat kepahaman seorang itu diukur dari nilai yang dia raih. namun, jika berkali-kali dia mencoba namun ia gagal dan pengajar hanya memberikan remidi tanpa tambahan pemahaman, dan ia gagal lagi namun dipaksa naik kelas??!! oh, god
sesuatu yang tambah saya sadari lagi dan membuat saya sera siswa-siswa lain tertekan
"WAKTU KALIAN ITU SEMPIT! BESOK UDAH TPM, MINGGU DEPAN UJIAN SEKOLAH, MINGGU DEPANNYA LAGI UN!"
"CARI SEKOLAH YANG STANDARNYA BAGUS HARUS PAKE NILAI YANG TINGGI"
nilai, nilai, dan nilai yang selalu diungkit-ungkit. jika saja kebetulan seorang anak itu mendapatkan NEM yang tinggi dan dengan PDnya ia masuk ke sekolah favorit. dengan cerita seperti ini:
menjelang ujian nasional dia menghafal seluruh "rumus" tanpa memahami asal muasal ataupun bagaimana rumus itu berasal. alhasil nilainya tinggi untuk UN.
Apa di sekolahnya yang baru dia akan maju?? NO. bahkan dia akan mundur.
itu kesalahan lain. kebanyakan pengajar pula hanya mengajarkan "hafalan rumus" begitu pula siswa-siswa secara luas yang mereka hanya belajar "oh, rumusnya ini" problem diubah dikit wis bubar kabeh.
dengan mengubah konsep belajar dan mengajar serta tujuan sekolah atau belajar. kita dapat menjadi seorang yang lebih bermanfaat diluar.
seorang yang berhasil akan belajar dengan hati yang bahagia
kemampuan soft skill lah yang lebih dibutuhkan dalam pekerjaan yang berbobot daripada nilai ijazah.
jika nilai ijazahnya tinggi, namun ternyata fikiran dan inovasinya sempit, siapa yang mau menerima??
JADI, HASIL BELAJAR ITU BISA DIAPLIKASIKAN DIMANAPUN DAN DENGAN CARA APAPUN. BUKAN HANYA DIAPLIKASIKAN DI DALAM KELAS.
Langganan:
Postingan (Atom)



