belum lama ini aku mengalami kegagalan yang ke-2 kalinya. bukan masalah menang atau kalah. tapi masalah tanggung jawab dan tradisis prestasi. sedikit sakit hati ketika timku tiba-tiba gagal di peringkat 13.
ya, kegagalan itu biasa. namun tidak bisa kita sebut "kegagalan adalah awal dari kesuksesan" itu artinya sama saja kita jika merasa gagal, namun tidak memperbaikinya. istilahnya tidak ada introspeksi. tidak bisa pula menyalahkan orang lain atas sebuah kegagalan, apalagi dalam suatu kompetisi beregu. kita satu kesatuan...
motivasinya adalah "Bukan penyesalan akan kegagalan yang menyita waktu dan perhatian saya. namun bagaimana saya bangkit dan memperbaiki setiap kegagalan dan kesalahan saya"
itu lumrah sob. hadapi dengan senyuman, hati yang bersih, dan niatan atau tekad yang bulat...
Selasa, 05 November 2013
Senin, 04 November 2013
Bukalah Hatinya
ketika kita sedang berdakwah secara tidak langsung dan dengan bahasa sehari-hari karena itu dengan teman kita sendiri, aku anggap itu suatu hal yang sangat bagus.
tapi kali ini aku merasa menjadi seorang anjing yang menggonggong dan dia adalah kafilah yang tuli. mencoba menyerukan kebaikan, si kafilah bisa menelaah bahkan menyebutkan satu surah di Al-Qur'an. aku berusaha mengurungkan niatnya untuk berbuat yang mnuju ke kemaksiatan itu. tapi dia dengan mudahnya mengenyahkan semua perkataanku dan tambah meyakinkan niatnya untuk berbuat menuju maksiat.
karena aku telah membaca, mengalami, merasakan bagaimana resiko godaan setan itu. tidak berani menatap lingkungan. terngiang akan dosa lampau dan bingung bagaimana aku meminta maaf kepadaNya.
untuk kasus ini, konsultasi ku lakukan. "doakan saja te, semoga hatinya bisa dibuka sama Allah" ya, that's the correct act. bukan marah-marah, ataupun mencaci kepadanya.
BismillahirahmanirrahimYa Allah, bukakanlah pintu hati saudaraku. tuntunlah ia selalu ke jalanmu. teguhkanlah kembali prinsipnya yang sebelumnya telah ia ingkari. jauhkanlah ia dari kemaksiatan. Bukakanlah pintu hatinya ya Allah... Amiin...
tapi kali ini aku merasa menjadi seorang anjing yang menggonggong dan dia adalah kafilah yang tuli. mencoba menyerukan kebaikan, si kafilah bisa menelaah bahkan menyebutkan satu surah di Al-Qur'an. aku berusaha mengurungkan niatnya untuk berbuat yang mnuju ke kemaksiatan itu. tapi dia dengan mudahnya mengenyahkan semua perkataanku dan tambah meyakinkan niatnya untuk berbuat menuju maksiat.
karena aku telah membaca, mengalami, merasakan bagaimana resiko godaan setan itu. tidak berani menatap lingkungan. terngiang akan dosa lampau dan bingung bagaimana aku meminta maaf kepadaNya.
untuk kasus ini, konsultasi ku lakukan. "doakan saja te, semoga hatinya bisa dibuka sama Allah" ya, that's the correct act. bukan marah-marah, ataupun mencaci kepadanya.
BismillahirahmanirrahimYa Allah, bukakanlah pintu hati saudaraku. tuntunlah ia selalu ke jalanmu. teguhkanlah kembali prinsipnya yang sebelumnya telah ia ingkari. jauhkanlah ia dari kemaksiatan. Bukakanlah pintu hatinya ya Allah... Amiin...
Langganan:
Postingan (Atom)