ketika kita sedang berdakwah secara tidak langsung dan dengan bahasa sehari-hari karena itu dengan teman kita sendiri, aku anggap itu suatu hal yang sangat bagus.
tapi kali ini aku merasa menjadi seorang anjing yang menggonggong dan dia adalah kafilah yang tuli. mencoba menyerukan kebaikan, si kafilah bisa menelaah bahkan menyebutkan satu surah di Al-Qur'an. aku berusaha mengurungkan niatnya untuk berbuat yang mnuju ke kemaksiatan itu. tapi dia dengan mudahnya mengenyahkan semua perkataanku dan tambah meyakinkan niatnya untuk berbuat menuju maksiat.
karena aku telah membaca, mengalami, merasakan bagaimana resiko godaan setan itu. tidak berani menatap lingkungan. terngiang akan dosa lampau dan bingung bagaimana aku meminta maaf kepadaNya.
untuk kasus ini, konsultasi ku lakukan. "doakan saja te, semoga hatinya bisa dibuka sama Allah" ya, that's the correct act. bukan marah-marah, ataupun mencaci kepadanya.
BismillahirahmanirrahimYa Allah, bukakanlah pintu hati saudaraku. tuntunlah ia selalu ke jalanmu. teguhkanlah kembali prinsipnya yang sebelumnya telah ia ingkari. jauhkanlah ia dari kemaksiatan. Bukakanlah pintu hatinya ya Allah... Amiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar